Biosekuriti adalah kondisi & upaya untuk memutuskan rantai masuknya agen penyakit ke induk semang dan/atau untuk menjaga agen penyakit yang disimpan dan diisolasi dalam suatu laboratorium tidak mengkontaminasi atau disalahgunakan, misalnya untuk tujuan bioterorisme.
Dengan kata lain, biosekuriti merupakan sejenis program yang dirancang untuk melindungi ternak dari berbagai serangan penyakit atau sebagai langkah awal dalam pengendalian wabah penyakit.
Tujuan Biosekuriti
Sebagai bagian dari sistem manajemen, biosecurity sangat penting khususnya untuk mencegah penyakit ternak peliharaan.
Menurut Dirjen Peternakan (2005) tujuan dari biosekuriti adalah mencegah semua kemungkinan penularan dengan peternakan tertular dan penyebaran penyakit. Namun, pada dasarnya biosekuriti merupakan salah satu upaya pencegahan penyakit pada ternak, tetapi dapat dikatakan bahwa biosekuriti merupakan salah satu garda terdepan terhadap penyakit.
Dapat pula dikatakan bahwa biosekuriti bertujuan untuk meminimalkan keberadaan penyebab penyakit, menimalisir kesempatan agen penyakit berhubungan dengan induk semang, menekan tingkat kontaminasi lingkungan oleh agen penyakit.
Prinsip Dasar Biosekuriti
1. Isolasi
2. Pengendalian Lalu Lintas
3. Sanitasi
Menerapkan Biosekuriti
- Melakukan isolasi atau pemisahan
Isolasi merupakan suatu tindakan untuk mencegah kontak diantara hewan pada suatu area atau lingkungan. Tindakan yang paling penting dalam pengendalian penyakit adalah meminimalkan pergerakan dan kontak dengan hewan yang baru datang.Tindakan lain adalah memisahkan hewan yang sakit dengan yang sehat, memisahkan ternak berdasarkan kelompok umur atau kelompok produksi, pemisahan hewan yang lama dengan yang baru. - Melakukan disinfeksi
Desinfeksi adalah proses perusakan, pembasmian, atau penghambatan pertumbuhan mikroba yang bisa menyebabkan penyakit atau masalah lainnya.
Desinfektan yang baik adalah
(1)Tidak toksik terhadap hewan dan manusia
(2)Tidak meninggalkan warna dan bau
(3)Tidak korosif
Tindakan yang dapat dilakukan adalah desinfeksi secara teratur kandang, peralatan dan kendaraan serta menjaga kebersihan pekerja (mencuci tangan, mencuci kaki, mencuci sepatu, dll). - Mengendalikan lalu lintas hewan
Pengendalian lalu lintas, meliputi pengendalian lalu lintas manusia, hewan, bahan/peralatan dan kendaraan masuk dan keluar area peternakan. Semua yang dilalu lintaskan harus dilakukan desinfeksi. - Mengendalikan penyebab penyakit (hama dan vektor)
Penting dilakukan pengendalian terhadap hama seperti rodensia (tikus) atau serangga yang dapat menjadi vektor penyebaran penyakit, serta jauhkan dari hewan-hewan lain seperti anjing/kucing dan lain-lain. - Mengendalikan bangkai hewan suspect
Hewan yang mati akan meningkatkan agen penyakit dikandang sehingga perlu tindakan pencegahan seperti :
1. Keluarkan segera dari kandang ke lubang kubur yang di gali sedalam 2 meter agar tidak di dali oleh hewan liar /buas dan lubang kubur di tambah kapur.
2. Mencuci tangan dan kaki setelah proses penguburan bangkai hewan
Sumber : https://bbppbatu.bppsdmp.pertanian.go.id/2022/06/29/biosekuriti-dan-pola-pemeliharaan-ternak-sapi-potong-di-saat-wabah-pmk-penyakit-mulut-dan-kuku