SISKA Supporting Program

"Supporting SISKA adoption and expansion among commercial palm producers and nucleus plasma-farmers"
PT_SISKA-removebg-preview
New_Logo SISKA

SISKA-IACCB

SISKA-IACCB merupakan materi atau modul tekknis hasil produksi program indnesia australia commercial Cattle Breeding (IACCB) yang dapat dijadikan acuan para peternak sapi dalam mengembangkan usaha peternakan dan peternakan yang di integrasi dengan sawit (siska)

Peningkatan Skala Bisnis Pembiakan Sapi Brahman Cross PT. Buana Karya Bhakti

PT Buana Karya Bhakti (BKB) bekerjasama dengan Program Indonesia Australia
untuk Pembiakan Sapi Komersial (IACCB),untuk melaksanakan Proyek Percontohan Pembiakan sapi Brahman Cross (BX).

INTEGRASI SAPI DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (SISKA) Apakah Layak secara Komersial?

Integrasi sapi dan kelapa sawit yang dikenal dengan SISKA telah dipraktikkan di
Malaysia, setidaknya selama 30 tahun, tetapi belum banyak diadopsi oleh sektor
perkebunan komersial di Indonesia.

Pembiakan Sapi Komersial dengan Sistem Integrasi Kelapa Sawit dan Sapi

SISKA adalah singkatan dari Sistem Integrasi Kelapa Sawit dan Sapi. Secara umum, model SISKA
melibatkan sapi yang secara langsung digembalakan di pastura alami dan tumbuhan penutup
yang ada di bawah pohon kelapa sawit yang sudah tumbuh mapan.

PROSPEKTUS USAHA PEMBIAKAN SAPI BRAHMAN CROSS (BX) MODEL SISKA 500 EKOR SAPI INDUKAN

Prospectus for investors assessing the potential for integration ofcommercial cattle breeding into their oil palm operations for aherd of 500 breeders

INTEGRASI SAPI DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (SISKA) Apakah Layak secara Komersial?

Integrasi sapi dan kelapa sawit yang dikenal dengan SISKA telah dipraktikkan di
Malaysia, setidaknya selama 30 tahun, tetapi belum banyak diadopsi oleh sektor
perkebunan komersial di Indonesia. Rendahnya tingkat adopsi ini disebabkan
oleh berbagai faktor, termasuk tingginya keuntungan finansial yang sebelumnya
dihasilkan oleh kelapa sawit sendiri, dan risiko yang dirasakan akibat peningkatan
infeksi Ganoderma oleh sapi. Ada empat faktor utama yang membuat integrasi
sapi-kelapa sawit penting untuk dipertimbangkan kembali.

Pembiakan Sapi Komersial dengan Sistem Integrasi Kelapa Sawit dan Sapi

Dalam model SISKA komersial, kawanan sapi yang terdiri dari 300 ekor atau lebih sapi Brahman-cross (sapi BX) secara intensif digembalakan pada blok seluas 30 ha dengan sistem rotasi jangka pendek – biasanya setengah atau sehari penuh, sebelum dipindahkan ke
blok berikutnya. Blok-blok ini digunakan untuk penggembalaan dengan rotasi 70 hingga 90 hari,

USAHA PEMBIAKAN SAPI BRAHMAN CROSS (BX): MODEL TEBANG ANGKUT 50 EKOR SAPI INDUKAN BUNTING PROYEKSI 10 TAHUN

Usaha pembiakan sapi Brahman Cross (BX) yang dimulai dengan 50 ekor sapi Indukan Bunting dan 3 ekor Pejantan dengan model Tebang Angkut membutuhkan modal investasi awal sejumlahRp.1.239.500.000,-. Pada tahun ketiga, usaha ini diproyeksikan sudah memperoleh arus kas positif. Anakan sapi dipelihara sampai umur 2 tahun.

USAHA PEMBIAKAN SAPI BRAHMAN CROSS (BX) : MODEL TEBANG ANGKUT 50 EKOR SAPI INDUKAN BUNTING PROYEKSI 5 TAHUN

Usaha pembiakan sapi Brahman Cross (BX) yang dimulai dengan 50 ekor sapi Indukan Bunting dan 3 ekor Pejantan dengan model Tebang Angkut membutuhkan modal investasi awal sejumlah Rp.1.239.500.000,-. Pada tahun ketiga, usaha ini diproyeksikan sudah memperoleh arus kas positif. Anakan sapi dipelihara sampai umur 2 tahun.

USAHA PEMBIAKAN SAPI BRAHMAN CROSS (BX): MODEL TEBANG ANGKUT 20 EKOR SAPI INDUKAN BUNTING PROYEKSI 10 TAHUN

Usaha pembiakan sapi Brahman Cross (BX) yang dimulai dengan 20 ekor sapi Indukan Bunting dan 1 ekor Pejantan dengan model Tebang Angkut membutuhkan modal investasi awal sejumlah Rp. 529.500.000,-. Pada tahun ketiga, usaha ini diproyeksikan sudah memperoleh arus kas positif. Anakan sapi dipelihara sampai umur 2 tahun. Selama tiga tahun pertama beroperasi tersebut, modal investasi tambahan yang dikeluarkan adalah Rp. 84.400.000,- dan modal kerja sejumlah Rp. 496.419.460,-. Total modal yang dibutuhkan sebelum mencapai arus kas positif adalah sejumlah Rp. 859.565.440,-. Dengan memperhitungkan nilai stok akhir ternak, Tingkat Pengembalian Investasi (ROI) yang
Anda dapatkan pada tahun kesepuluh diproyeksikan mencapai 38,17% dengan akumulasi kas surplus sebesar Rp. 202.107.898,-.

USAHA PEMBIAKAN SAPI BRAHMAN CROSS (BX): MODEL TEBANG ANGKUT 20 EKOR SAPI INDUKAN BUNTING PROYEKSI 5 TAHUN

Usaha pembiakan sapi Brahman Cross (BX) yang dimulai
dengan 20 ekor sapi Indukan Bunting dan 1 ekor Pejantan
dengan model Tebang Angkut membutuhkan modal
investasi awal sejumlah Rp.529.500.000,-. Pada tahun
ketiga, usaha ini diproyeksikan sudah memperoleh
arus kas positif. Anakan sapi dipelihara sampai umur 2
tahun.

USAHA PEMBIAKAN SAPI BRAHMAN CROSS (BX) MODEL TEBANG ANGKUT - 100 EKOR SAPI INDUKAN

Usaha pembiakan sapi Brahman Cross (BX) yang dimulai dengan 100 ekor sapi Indukan dan 5ekor Pejantan dengan model Tebang Angkut membutuhkan modal investasi dan modal kerja awalsejumlah Rp 2,722 milyar. Pada tahun ketiga, usaha ini diproyeksikan sudah memperoleh arus kas positif. Anakan sapi dipelihara sampai umur 2 tahun.

Pengembangan Bisnis Sapi Brahman Cross Koperasi Produksi Ternak Maju Sejahtera

Koperasi Produksi Ternak Maju Sejahtera (KPT-MS) merupakan koperasi usaha kecil
yang bertujuan agar para anggotanya memiliki dan secara bersama-sama membiakkan
ternak sapi di breedlot (pembiakan sapi yang dikandangkan) dengan menggunakan sistem potong-dan-angkut (cut-and-carry).

MANUAL USAHA PEMBIAKAN SAPI KOMERSIAL

IACCB, yang dimulai pada bulan Februari 2016 merupakan sebuah Program di bawah Kemitraan Indonesia-Australia tentang Ketahanan Pangan di Sektor Daging Merah dan Sapi. IACCB bertujuan untuk memperluas industri pembiakan sapi potong dalam skala komersial di Indonesia. Program ini dijalankan dalam kemitraan dengan sector swasta baik kelompok atau kooperasi petani/ peternak maupun dengan perusahaan kelapa sawit. IACCB menguji tiga model pembiakan sapi (1) Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit; (2) Penggembalaan Terbuka dan (3) Potong-dan-Angkut.

PEMBIAKAN SAPI KOMERSIAL DENGAN SISTEM PENGGEMBALAAN TERBUKA

Sistem penggembalaan terbuka dalam pembiakan sapi komersial adalah sistem di mana sapi secara langsung merumput secara terkontrol di pastura alami dan pastura yang sudah ditingkatkan. Sistem ini berbeda dengan sistem penggembalaan terbuka komunal yang umum dipraktikkan di wilayah Indonesia bagian timur, di mana sapi milik banyak petani merumput di padang penggembalaan biasa tanpa kontrol terhadap tekanan penggembalaan.

RENCANA KEBERLANJUTAN DAN PROYEKSI BISNIS SAPI PT. CAHAYA ABADI PETANI

PT Cahaya Abadi Petani (CAP) adalah perusahaan pertanian yang dibentuk oleh Yayasan Salafiyah Ushuluddin (YSU). CAP menggunakan sistem penggembalaan terbuka
pada lahan seluas 160 hektar untuk kawanan sapi berjumlah sekitar 100 ekor indukan dan pedetnya. Peternakan ini berlokasi di DesaSungai Jelai, Kabupaten Tanah Laut di Provinsi Kalimantan Selatan.

Chat Kami
1
Siskaforum.org
Gratis, gabung komunitas Siska Forum
Dapatkan info dan artikel menarik mengenai Sistem Integrasi Sapi dan Kelap Sawit