SISKA Supporting Program

"Supporting SISKA adoption and expansion among commercial palm producers and nucleus plasma-farmers"
PT_SISKA-removebg-preview
New_Logo SISKA

Strategi Perluasan Implementasi Program Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit (SISKA) untuk Mendukung Rencana Aksi Daerah Perkebunan Sawit Berkelanjutan (RAD KSB)

BAGIKAN

Program SISKA (Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit) adalah sebuah program yang bertujuan untuk mengintegrasikan budidaya sapi dengan perkebunan kelapa sawit. Dengan program ini, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan mendukung perkebunan sawit berkelanjutan. Namun, implementasi SISKA masih terbatas di beberapa daerah dan belum merata di seluruh Indonesia. Padahal, potensi SISKA sangat besar mengingat luasnya lahan perkebunan kelapa sawit dan jumlah populasi sapi di Indonesia. Oleh karena itu, perlu ada strategi untuk mempercepat perluasan implementasi SISKA agar dapat memberikan manfaat yang optimal bagi petani, lingkungan, dan perekonomian yang sejalan dengan prinsip-prinsip perkebunan sawit berkelanjutan.

Untuk Akselerasi Perluasan Implementasi Program Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit (SISKA) untuk Mendukung Rencana Aksi Daerah Perkebunan Sawit Berkelanjutan (RAD KSB) pelaksanaan program SISKA, pemerintah daerah perlu melakukan beberapa langkah sebagai berikut:

a. Menyusun Roadmap atau peta jalan yang berisi visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, indikator, dan rencana aksi untuk mengembangkan program SISKA di daerahny Roadmap ini harus disesuaikan dengan kondisi dan potensi daerah, serta selaras dengan RAD KSB yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Penyusunan Roadmap untuk program SISKA dapat dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut :

  1. Menyusun visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, indikator, dan rencana aksi dengan melihat kondisi dan potensi daerah, serta selaras dengan RAD KSB yang telah ditetapkan oleh pemerintah pu
  2. Mengumpulkan data dan informasi yang relevan dengan program SISKA, seperti luas lahan sawit, jumlah sapi, kebutuhan daging, potensi limbah sawit, ketersediaan pakan, infrastruktur, regulasi, dan lain-lain.
  3. Melakukan analisis dan evaluasi terhadap data dan informasi yang telah dikumpulkan, seperti analisis SWOT, analisis gap, analisis stakeholder, analisis risiko, dan lain-lain.
  4. Menyusun dokumen roadmap dengan menggunakan berbagai alat, seperti diagram, tabel, grafik, dan lain-lain. Roadmap ini harus menggambarkan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, indikator, dan rencana aksi secara jelas dan rin
  5. Melakukan sosialisasi dan validasi terhadap roadmap yang telah disusun kepada para pemangku kepentingan terkait, seperti petani sawit, petani sapi, perusahaan perkebunan, koperasi, asosiasi, perguruan tinggi, lembaga penelitian, lembaga pemerintah, lembaga non-pemerintah, dan masyarakat umum sehingga mendapatkan feedback dan masukan untuk meningkatkan kualitas roadmap.

 

b. Menyusun Petunjuk Pelaksanaan atau pedoman teknis yang berisi tentang tata cara dan mekanisme pelaksanaan program SISKA secara administratif dan operasional. Petunjuk pelaksanaan ini harus mengatur tentang kriteria dan persyaratan peserta program, proses seleksi dan verifikasi, bentuk dan besaran bantuan, hak dan kewajiban peserta dan penyelenggara program, serta monitoring dan evaluasi program. Petunjuk Pelaksanaan atau pedoman teknis yang berisi tentang tata cara dan mekanisme pelaksanaan program SISKA secara administratif dan operasional, dapat dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut :

  1. Menyusun kerangka acuan yang berisi tentang latar belakang, tujuan, sasaran, ruang lingkup, dan metodologi penyusunan Petunjuk Pelaksanaan.
  2. Mengumpulkan  data  dan  informasi  yang  relevan  dengan  program  SISKA,  seperti  regulasi, kebijakan, prosedur, standar, best practice, dan lain-lain.
  3. Menyusun draft Petunjuk Pelaksanaan dengan menggunakan bahasa yang jelas, singkat, dan mudah dipaham Draft Petunjuk Pelaksanaan harus mengatur tentang kriteria dan persyaratan peserta program, proses seleksi dan verifikasi, bentuk dan besaran bantuan, hak dan kewajiban peserta dan penyelenggara program, serta monitoring dan evaluasi program.
  4. Melakukan konsultasi dan validasi terhadap draft Petunjuk Pelaksanaan kepada para pemangku kepentingan terkait, seperti petani sawit, petani sapi, perusahaan perkebunan, koperasi, asosiasi, perguruan tinggi, lembaga penelitian, lembaga pemerintah, lembaga non-pemerintah, dan masyarakat umum sehinga mendapatkan feedback dan masukan untuk meningkatkan kualitas draft Petunjuk Pelaksanaan.
  5. Menyempurnakan  dan  menetapkan  Petunjuk  Pelaksanaan  berdasarkan  hasil  konsultasi  dan valid Untuk selanjutnya dilakukan penetapan Petunjuk Pelaksanaan dengan melibatkan pihak- pihak yang berwenang untuk pengambilan keputusan.

 

c. Melakukan Sosialisasi dan Advokasi kepada para pemangku kepentingan terkait manfaat dan cara menerapkan program SISKA. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai media, seperti seminar, workshop, pelatihan, bimbingan teknis, kunjungan lapangan, dan lain-lain. Sasaran sosialisasi dan advokasi meliputi petani kelapa sawit, petani sapi, perusahaan perkebunan, koperasi, asosiasi, perguruan tinggi, lembaga penelitian, lembaga pemerintah, lembaga non-pemerintah, dan masyarakat umum. Sosialisasi dan Advokasi dapat dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut :

1. Menyusun rencana sosialisasi dan advokasi yang berisi tentang tujuan, sasaran, pesan, media, metode, waktu, tempat, anggaran, dan evaluasi kegiatan sosialisasi dan advok

2. Menyusun materi sosialisasi dan advokasi yang berisi tentang konsep, manfaat, cara, dan contoh program  SISKA. Materi  ini  harus  disesuaikan  dengan  karakteristik  dan  kebutuhan  sasaran sosialisasi dan advok

3. Melaksanakan sosialisasi dan advokasi dengan menggunakan berbagai media, metode, dan teknik yang efektif dan menarik, seperti seminar, workshop, pelatihan, bimbingan teknis, kunjungan lapangan, leaflet, poster, video, radio, televisi, internet, dan lain-lain, serta perlu melakukan pendekatan atau lobying dengan para pembuat keputusan setempat agar mereka menerima dan mendukung program SISKA.

4. Melakukan evaluasi dan tindak lanjut terhadap proses dan hasil sosialisasi dan advokasi dengan menggunakan berbagai alat, seperti kuesioner, observasi, wawancara, diskusi kelompok terarah, dan lain-lain, serta juga perlu melakukan tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi untuk meningkatkan kualitas dan dampak sosialisasi dan advokasi.

 

d. Memberikan Insentif  dan  Fasilitas  kepada  petani yang mau menerapkan program SISKA, seperti bantuan bibit sapi, pakan, obat-obatan, peralatan, infrastruktur, modal usaha, dan lain-lain. Hal ini dapat dilakukan melalui kerjasama antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, swasta, dan lembaga donor. Memberikan Insentif dan Fasilitas dapat dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut :

  1. Menyusun rencana pemberian insentif dan fasilitas yang berisi tentang tujuan, sasaran, bentuk, besaran, sumber, mekanisme, dan evaluasi pemberian insentif dan fasilitas.
  2. Menyusun kriteria dan persyaratan penerima insentif dan fasilitas yang berisi tentang syarat administratif dan teknis yang harus dipenuhi oleh petani yang mau menerapkan program SISKA.
  3. Melakukan seleksi dan verifikasi penerima insentif dan fasilitas dengan menggunakan data dan informasi yang valid dan akurat serta perlu melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan kelayakan dan kesesuaian penerima insentif dan fasilitas.
  4. Memberikan insentif dan fasilitas kepada penerima sesuai dengan bentuk, besaran, sumber, dan mekanisme yang telah ditetapkan serta perlu memberikan bimbingan, pendampingan, dan supervisi kepada penerima insentif dan fasilitas untuk memastikan penggunaan yang tepat dan efektif.
  5. Melakukan  monitoring  dan  evaluasi  pemberian  insentif  dan  fasilitas  dengan  menggunakan berbagai alat, seperti laporan, observasi, wawancara, diskusi kelompok terarah, dan lain-lain. Anda juga perlu melakukan tindak lanjut berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi untuk meningkatkan kualitas dan dampak pemberian insentif dan fasilitas.

 

e. Mendorong Sinergi  dan  Kolaborasi  antara  berbagai  pihak yang  terlibat  dalam  program SISKA,  seperti  petani kelapa sawit, petani sapi, perusahaan perkebunan, koperasi, asosiasi, perguruan tinggi, lembaga penelitian, lembaga pemerintah, lembaga non-pemerintah, dan lain-lain. Hal ini dapat dilakukan melalui pembentukan forum komunikasi, jejaring kerjasama, kemitraan strategis, dan lain-lain. Mendorong Sinergi dan Kolaborasi antara berbagai pihak dapat dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut :

  1. Menyusun visi dan misi bersama yang berisi tentang tujuan, nilai, dan harapan dari program SISKA. Visi dan misi bersama ini harus disepakati oleh semua pihak yang terlibat dalam program SISKA dan menjadi pedoman dalam berkolabor
  2. Menyusun rencana kerjasama yang berisi tentang ruang lingkup, sasaran, strategi, kegiatan, anggaran, pembagian tugas, tanggung jawab, dan mekanisme koordinasi dan komunikasi antara semua pihak yang terlibat dalam program SISKA.
  1. Membentuk forum komunikasi yang berfungsi sebagai wadah untuk berbagi informasi, ide, masukan, saran, dan solusi terkait program SISKA. Forum komunikasi ini bisa berupa rapat rutin, diskusi kelompok, mailing list, grup chat, atau media sosial.
  2. Membangun jejaring kerjasama yang berfungsi sebagai jaringan untuk saling mendukung, memberdayakan, dan menguntungkan semua pihak yang terlibat dalam program SISKA. Jejaring kerjasama ini bisa berupa kemitraan strategis, konsorsium, aliansi, atau koali
  3. Melakukan inovasi dan penelitian bersama yang berfungsi sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi  program  SISKA. Inovasi  dan  penelitian  bersama  ini  bisa  berupa pengembangan varietas sapi,  teknologi  pakan, teknologi pengolahan limbah sawit, teknologi monitoring dan evaluasi program SISKA berbasis digital, dan lain-lain.

 

f. Melakukan Inovasi dan Penelitian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi program SISKA, seperti pengembangan varietas sapi yang sesuai dengan kondisi lahan kelapa sawit, pengembangan teknologi pakan yang hemat biaya dan berkualitas tinggi, pengembangan teknologi pengolahan limbah kelapa sawit menjadi pupuk organik dan biogas, pengembangan teknologi monitoring dan evaluasi program SISKA berbasis digital, dan lain-lain. Melakukan Inovasi dan Penelitian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi program SISKA dapat dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut :

1. Menyusun rencana inovasi dan penelitian yang berisi tentang latar belakang, tujuan, sasaran, ruang lingkup, metodologi, anggaran, dan evaluasi inovasi dan penelitian.

2. Mengumpulkan data dan informasi yang relevan dengan program SISKA, seperti potensi lahan kelapa sawit, karakteristik sapi, kebutuhan pakan, potensi limbah sawit, kebutuhan teknologi, dan lain-lain.

3. Melakukan inovasi dan penelitian dengan menggunakan berbagai alat, teknik, dan sumber yang sesuai  dengan  bidang yang diteliti, serta  perlu melakukan koordinasi  dan kolaborasi  dengan berbagai pihak yang terkait dengan program SISKA, seperti petani kelapa sawit, petani sapi, perusahaan perkebunan, koperasi, asosiasi, perguruan tinggi, lembaga penelitian, lembaga pemerintah, lembaga non-pemerintah, dan lain-lain.

4. Menyajikan hasil inovasi dan penelitian dengan menggunakan berbagai media, metode, dan teknik yang efektif dan menarik, seperti laporan tertulis, poster, video, seminar, workshop, pelatihan, bimbingan teknis, kunjungan lapangan, atau media sosial.

5. Melakukan diseminasi dan adopsi inovasi dan penelitian dengan cara menyebarluaskan hasil inovasi dan penelitian kepada para pemangku kepentingan terkait program SISKA, serta perlu melakukan pendampingan dan supervisi kepada para penerima inovasi dan penelitian untuk memastikan penerapan yang tepat dan efektif.

 

g. Mendorong pembentukan Kebijakan dan Regulasi yang mendukung perkembangan program SISKA, seperti penyederhanaan perizinan usaha peternakan sapi di lahan kelapa sawit, pemberian insentif pajak atau subsidi bagi petani yang menerapkan program SISKA, peningkatan standar kesehatan hewan dan lingkungan bagi program SISKA, peningkatan perlindungan hukum bagi petani yang terlibat dalam program SISKA, dan lain-lain. Mendorong pembentukan Kebijakan dan Regulasi yang mendukung perkembangan program SISKA, dapat dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut :

1. Menyusun analisis masalah dan kebutuhan yang berisi tentang identifikasi, deskripsi, penyebab, dampak, dan alternatif solusi dari masalah yang dihadapi oleh program SISKA, serta perlu menyusun analisis kebutuhan yang berisi tentang tujuan, sasaran, indikator, dan strategi dari kebijakan dan regulasi yang dibutuhkan oleh program SISKA.

2. Menyusun rancangan kebijakan dan yang berisi tentang isi, struktur, format, dan bahasa dari kebijakan dan regulasi yang akan dibuat, serta perlu menyusun analisis biaya dan manfaat (cost and benefit analysis/CBA) dari kebijakan dan regulasi yang akan dibuat untuk menilai kelayakan, efektivitas, efisiensi, dan dampakny

3. Melakukan   konsultasi   publik   dengan   cara   mengundang   dan   melibatkan   para   pemangku kepentingan terkait program SISKA, seperti petani kelapa sawit, petani sapi, perusahaan perkebunan, koperasi, asosiasi, perguruan tinggi, lembaga penelitian, lembaga pemerintah, lembaga non-pemerintah, dan lain-lain, serta perlu mendapatkan masukan, saran, kritik, dan tanggapan dari para pemangku kepentingan terkait rancangan kebijakan dan regulasi yang telah disusun.

4. Menyempurnakan rancangan kebijakan dan regulasi dengan cara memperbaiki kesalahan, kekurangan, atau kelemahan yang ada berdasarkan hasil konsultasi public, serta perlu memastikan bahwa rancangan kebijakan dan regulasi telah sesuai dengan prinsip-prinsip pembuatan kebijakan dan  regulasi   yang   baik,   seperti   akuntabilitas,   transparansi,   partisipasi,   proporsionalitas, konsistensi, koherensi, dan efektivit

5. Mendorong pengesahan kebijakan dan regulasi dengan cara melakukan advokasi atau lobi kepada para pembuat keputusan yang berwenang untuk mengesahkan kebijakan dan regulasi tersebut, serta perlu memberikan informasi dan argumentasi yang kuat untuk meyakinkan para pembuat keputusan tentang urgensi, manfaat, dan dampak positif dari kebijakan dan regulasi tersebut.

 

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa (1) Roadmap adalah rencana jangka panjang yang berisi tentang visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kegiatan, indikator, dan target dari program SISKA yang disesuaikan dengan kondisi dan potensi daerah serta sejalan dengan Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa  Sawit  Berkelanjutan  (RAN  KSB);  (2)  Petunjuk  pelaksanaan adalah  pedoman  yang  berisi  tentang mekanisme, metode, alat, tanggung jawab, koordinasi, komunikasi, monitoring, evaluasi, dan laporan dari program SISKA secara teknis maupun administratif bagi seluruh pihak yang terlibat, baik pekebun-peternak, perusahaan,   maupun   pemerintah   daerah;   dan   (3)   Pentingnya   menyusun   roadmap   dan   petunjuk pelaksanaan adalah  untuk  memberikan  arah  dan  informasi  yang  jelas  dan  terpadu tentang bagaimana melaksanakan program SISKA secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Hal ini juga untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi antara semua pemangku kepentingan serta untuk mengukur kinerja, hasil, dan dampak dari program SISKA.

Rekomendasi teknis untuk penyusunan road map dan petunjuk pelaksanaan program SISKA sehingga mempercepat perluasan implementasi program:

  1. Melakukan analisis situasi dan potensi terkait program SISKA di daerah, seperti luas lahan kelapa sawit, populasi sapi, kebutuhan daging, ketersediaan pakan, kualitas lingkungan, kinerja ekonomi, dan keterlibatan pemangku kepentingan.
  2. Melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak yang terkait dengan program SISKA, seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan perkebunan, petani kelapa sawit, petani sapi, koperasi, asosiasi, perguruan tinggi, lembaga penelitian, lembaga pemerintah, lembaga non-pemerintah, dan lain-lain.
  3. Menyusun visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kegiatan, indikator, dan target program SISKA di daerah yang sesuai dengan kondisi dan potensi daerah serta sejalan dengan Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN KSB).
  4. Menyusun rencana anggaran dan sumber pendanaan program SISKA di daerah yang realistis dan efisien. Anda juga perlu mencari sumber pendanaan alternatif dari pihak lain yang berkepentingan dengan program SISKA.
  5. Menyusun rencana koordinasi dan komunikasi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya terkait program SISKA di daerah. Anda juga perlu menyampaikan informasi dan sosialisasi tentang program SISKA kepada masyarakat luas.
  6. Menyusun rencana monitoring dan evaluasi program SISKA di daerah yang berisi tentang mekanisme, metode, alat, frekuensi, dan pelapor dari monitoring dan evaluasi. Anda juga perlu melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk mengukur kinerja, hasil, dan dampak dari program SISKA.

 

Penulis : Dr Wahyu Darsono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat Kami
1
Siskaforum.org
Gratis, gabung komunitas Siska Forum
Dapatkan info dan artikel menarik mengenai Sistem Integrasi Sapi dan Kelap Sawit