MANAJEMEN PASTURA DI AREAL PERKEBUNAN SAWIT

Usaha perbanyakan populasi sapi nasional memerlukan ketersediaan lahan yang cukup agar bisa berjalan efisien dan ekonomis. Indonesia memiliki potensi perbanyakan populasi sapi nasional melalui integrasi sapi-sawit. Luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia adalah 14.23 juta hektar yang terdiri dari perkebunan rakyat (5.8 juta hektar), perkebunan negara (635 ribu hektar), dan perkebunan swasta (7.88 juta hektar). Industri kelapa sawit menghasilkan hasil samping yang dapat digunakan sebagai bahan pakan seperti bungkil inti sawit dan solid. Selain itu, dari lahan kebun dapat dihasilkan pelepah sawit dan biomassa vegetasi rumput antar tanaman kelapa sawit.

PERAN SAPI DALAM INDUSTRI SAWIT

Beberapa hal yang menjadi beban usaha perkebunan kelapa sawit dalam manajemen pemeliharaan adalah biaya pupuk dan pengendalian gulma. Penggunaan pupuk anorganik masih menjadi andalan bagi perusahaan perkebunan sawit untuk meningkatkan produksi tanaman sawitnya. Untuk mengendalikan gulma, perusahaan perkebunan sawit masih mengandalkan penggunaan herbisida. Padahal, penggunaan pupuk anorganik dan herbisida akan menambah beban biaya pemeliharaan kebun sawit, jika dilakukan secara manual (menggunakan tenaga manusia).